Galang STKIP Muhammadiyah Manokwari, Polda Papua Barat Gelar Seminar Narkoba

    Dibaca 228 kali

 

MANOKWARI, LATEMMAMALA.COM; -- Hari Pahlawan 2017, selain diperingati dengan melaksanakan upacara, momentum 10 November ini, Polda Papua Barat menggalang  kerjasama dengan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Manokwari Papua Barat juga menggelar Seminar Narkoba.

Seminar ini berlangsung di Aula kampus tersebut di Jl. Trikora Arfai Manokwari Papua Barat pada Jumat, 10 November 2017, menampilkan narasumber Kompol Wahab Hasbi, SE dari Reserse Narkoba Polda Papua Babat dan Murniati, M.Pd Ketua STKIP Muhammadiyah Manokwari.

Dalam sajian materinya, Kompol Wahab dengan lugas, sesekali diselingi guyonan, membuat para mahasiswa peserta seminar terlihat antusias menyimak dengan baik.

Candaan dan tawa kadang pecah dalam ruang seminar takkala Wahab bercerita tentang masa-masa mudanya, kala itu ia masih duduk di bangku kuliah pada salah satu PTS di Sulsel.

"17 tahun silam, saya berada di kampus, dan pada hari ini saya merasakan kembali atmosfer kampus, tempat dimna para mahasiswa diproses ke arah yang lebih baik. Bahwa narkoba sangat berbahaya terhadap diri kita, karenanya perlu dicegah sebelum dinikmati,' kenangnya.

Kompol Wahab pun menyampaikan, cuma ada 3 tempat bagi mereka yang menggunakan narkoba, yakni; kalau overdosis masuk Rumah sakit, kalau ditangkap masuk buih, dan kalau overdosis dan tidak ditangkap maka dia akan masuk kuburan," katanya mengingatkan.

Jika Kepolisian dari Sat Res Narkoba ini mengingatkan tiga hal akibat obat - obat terlarang ini, rupanya, Ketua STKIP Muhammadiyah Manokwari Papua Barat Murniati, M.Pd ini juga menyerukan 3 hal agar tidak mengalami dampak buruk akibat Narkoba ini.

Narasumber Murniati menyerukan kepada peserta seminar yang didominasi mahasiswa, mulai dari diri kita masing-masing; Perangi Narkoba, Hindari Narkoba, Jauhi Narkoba !!!"

Diingatkan, mahasiswa adalah agent pembaharu, mahasiswa adalah pelopor penerus bangsa. Karenanya, melalui dan dari mahasiswalah, dapat disebarkan ke seluruh lapisan masyarakat, terutama ke masing- masing keluarga.

"Mengingat, keluarga adalah unit kesatuan terkecil dari suatu bangsa. Jika keluarga kuat, maka kuatlah negara yang kita cintai ini," kata alumni Pascasarjana Unhas Makassar ini. (din)

 

Bagikan Berita Ini: