Sat Lantas Polres Bone Gelar Razia Anak di Bawah Umur Berkendara

    Dibaca 181 kali

 


WATAMPONE, LATEMMAMALA.COM; -- Pada dasarnya penggunaan sepeda motor hanya ditujukan kepada seseorang yang telah memiliki Surat Izin Mengemudi C(SIM C). Berdasarkan pasal 81 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, seseorang berhak memiliki SIM C saat ia berusia 17 tahun.

Tak hanya itu, surat-surat kepemilikan sepeda motor juga harus dilengkapi, rambu lalu lintas ditaati, tata tertib dipatuhi dan norma berkendara dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Namun saat ini daya pikat sepeda motor semakin menggila, tak hanya kaum dewasa, kaum anak-anak di bawah umur pun juga ikut menggemarinya.

Pengendara sepeda motor di bawah umur tak sulit dijumpai di jalan raya. Pada Umumnya, mereka berstatus sebagai pelajar setingkat SMA bahkan di jalanan banyak pula didapati pelajar setingkat SMP, SD belum lagi yang tidak bersekolah sekalipun turut “asyik” mengendarai kendaraan beroda dua ini.

Dengan alasan apapun, sejatinya, ini merupakan tindakan yang melanggar ketentuan hukum. Karena menurut Pasal 281 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, menyebutkan, “setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah)”.

Kenapa anak di bawah umur atau masih di bawah 17 tahun tidak boleh memliki SIM C atau mengendarai kendaraan bermotor roda 2, karena banyak secara mental anak di bawah umur tak jarang juga bertindak onar. Seringkali mereka melanggar peraturan lalu lintas dengan membahayakan dirinya dan bahkan orang lain, yang paling mendasar mereka anak di bawah umur secara mental belum bisa mengusai dan lebih mengedepankan emosi dan pemikiran yang pendek dan tidak berpikir jangka panjang . 

Masalah itu rasanya telah menjadi masalah klasik di negeri ini yang sulit untuk diredam. Mengemudi tanpa mengenakan helm, memacu motor dengan kecepatan tinggi, tak menghiraukan rambu-rambu lalu lintas, hingga berboncengan melebihi kapasitas rasanya telah menjadi “pemandangan” sehari-hari di jalanan, dan kebanyakan dari mereka adalah anak-anak(tak memiliki SIM). Mereka seakan tak tahu tentang bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi atas apa yang ia perbuat.

Tak jarang pula, mereka mengoperasikan perangkat elektronik saat mengendarai roda dua, seperti ber-SMS ria, bertelepon, mendengarkan musik lewat headset dan lain-lain.

Dengan hal ini, berarti pengendara di bawah umur tersebut telah melanggar lebih dari 1 peraturan perundangan dan dapat terjerat sanksi berat terhadapnya.

Rupanya, fenomena ini menjadi perhatian serius Polres Bone mewujudkan Kamtibmas tak terkecuali di jalan umum. Demi terwujudnya rasa aman di jalan umum, salah satu yang perlu diantisipasi adalah ditemukannya sejumlah anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor.

Digelarlah razia di beberapa titik strategis oleh pihak Sat Lantas Polres Bone. Seperti di Persimpangan Traffic Light Jl. A Yani - Jl. G Jaya Wijaya Kota Watampone. Razia dipimpin Kanit Turjawali
bersama 6 personil dari Satu Lantas Polres Bone, Senin, 16 Oktober 2017 dimulai pada pukul 07.00 dan berakhir pada pukul 08.00 WTA.

Dari razia tersebut, Polantas Bone ini menemukan sedikitnya, 14 pengendara anak SMA yang belum cukup umur untuk berkendara. Menemukan 6 pengendara, anak SMP yang belum cukup umur untuk berkendara.

Berdasarkan rilis yang diterima redaksi Latemmamala.com, atas razia tersebut Pihak Polantas Bone mengambil tindakan;
1. Mendata dan memberikan tindakan pembinaan bagi siswa - siswi SMA atau sederajat agar tidak membawa motor lagi ke skolah.
2. Mendata dan mengamankan ranmor siswa - siswi SMP di Mako, selanjutnya mengantar ke sekolah masing-masing, menggunakan Randis Patwal. (din)

 

 

Bagikan Berita Ini: