Background Advokat Menunjang Tugas Hasse Tangsi Jalankan Pemerintahan di Desa

    Dibaca 331 kali

Kepala Desa Parenring Hasse Tangsi, SH (foto dokumen)


Reporter : Amiruddin Baringeng

WATANSOPPENG, LATEMMALA.COM; -- Hasse Tangsi, S.H., sejak 1995 menjalankan aktivitasnya sebagai advokat. Selama itu, pahit manisnya seorang yang berprofesi advokat ia rasakan.

Profesi ini dijalani, kata Hasse saat Latemmamala.com bertandang di Kantornya di Desa Parenring, Selasa, 21 November 2017, sebagai pembela hak asasi manusia.

Mengenang profesi yang pernah ia geluti selaku advokat, bagi Hasse, setidaknya seorang advokat harus memiliki 5 komponen, berbasis; keilmuan, independen, altruistik, diikat tata nilai etis (etika profesi), dan akhirnya harus ada garda yang menjaga kepastian pada nilai-nilai etika yaitu dewan kehormatan.

Profesi ini, kata Hasse, melekat pada dokter, advokat, notaris dan hakim, jelas kades ini mengenang profesinya sebelum ia dilantik jadi Kepala Desa Parering pada 1 Januari 2017.

Seorang advokat akan mampu menjadi agent perubahan, politik, sosial dan hukum bila mengembangkan dengan baik prinsip-prinsip nilai altruistik ini. Keahlian berfikir analitis, sistematik, terstruktur yang diasah pada jalan profesi akan menempatkan advokat menjadi primus interpares.

Baginya, dengan berbekal background atau latar belakang profesi advokat yang telah digeluti selama puluhan tahun, alumni Fakultas Hukum Unhas Makassar 1993 ini, menunjang tugasnya sebagai Kepala Desa dalam menjalankan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di desa.

Kades Parenring Kecamatan Lirilau Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan Hasse Tangsi, S.H yang juga Direktur LBH & Pengkajian Demokrasi ini, dengan beralih aktivitas kesehariannya dari advokat ke tugas - tugas pemerintahan desa, baginya, sudah sering bersentuhan dengan masyarakat dari berbagai lapisan dengan bermacacam-macam karakter, ini membuat dirinya lebih memahami bagaimana menggerakkan masyarakat dalam memotivasi untuk kemajuan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di desanya.

Sebagai Kepala Desa, ia pun sedikit menguraikan tugas pokok dan fungsi dalam menjalankan tugas kesehariannya.

Ia juga mengakui kalau yang ia sampaikan ini, bagian dari produk legalitas yang mengatur tentang pemerintahan desa, berikut cuplikannya;

Tupoksi Kepala Desa :

Menyelenggarakan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama BPD

Mengajukan rancangan peraturan Desa

Menetapkan peraturan-peraturan yang telah mendapatkan persetujuan bersama BPD

Menyusun dan mengajukan rancangan peraturan desa mengnenai APB Desa untuk dibahas dan ditetapkan bersama BPD

Membina kehidupan masyarakat Desa

Membina ekonomi desa

Mengordinasikan pembangunan desa secara partisipatif

Mewakili desanya di dalam dan luar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan

Melaksanakan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Bagikan Berita Ini: