Aktor Sosial Bukan Aktor Politik Meski Perannya Berdampak Politik

    Dibaca 281 kali

Amiruddin Baringeng

 

WATANSOPPENG, LATEMMAMALA.COM; -- Amiruddin, nama ini bagi kalangan aktifis LSM di Soppeng, mungkin sudah tidak asing lagi. Selain aktf di Lembaga Swadaya Masyarakat, Ami, panggilan sehari - harinya juga salah satu reporter media online Latemmamala News dan Lamellong.com

Karena ia tinggal di Desa Baringeng, rupanya, redaktur di media. tempatnya ia bergabung, mempopulerkan namanya dengan Amiruddn Baringeng, entahlah.

Meski ia tinggal di desa, tepatnya di Kampung Kaluku Desa Baringeng Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng. Untuk menjangkaunya haruslah melalui jalan berliku, menanjak dan turun dari perbukitan yang jauh dari kebisingan kota. tetapi karena transportasi dan teknologi komunikasi tak menghalanginya menggeluti aktifitasnya selama ini, baik selaku aktifis LSM maupun sebagai wartawan.

Baginya, seorang wartawan adalah aktor sosial tapi bukan aktor politik. Meski dengan perannya itu berdampak politik, ujarnya saat ditemui di rumah kediamannya di Kampung Kaluku baru-baru ini.

Nilai-nilai yang melandasi aksi profesionalnya kedamaian, demokrasi, kebebasan, solidaritas, persamaan, pendidikan, HAM, hak-hak wanita, hak-hak anak, kemajuan sosial, dan lain-lain. Jadi, tulisan-tulisannya berkontribusi pada perubahan sosial dan politik, urainya.

Menurutnya, dengan aktifitasnya selaku wartawan di salah satu media online ini, Walau memperjuangkan nilai-nilai universal itu, dirinya juga tidak pernah bermilitansi demi kepentingan kelompok, sektor, individu, atau partisan.

Jika tidak, maka peran itu menjadi rancu, kebebasan terancam, kepercayaan pembaca terhadap independensi dipertaruhkan.

Diakui, seringkali, wartawan yang bermilitansi untuk nilai-nilai kemanusiaan terbawa menentang secara terbuka kekuasaan-kekuasaan yang melanggar atau menyangkalnya.

Wartawan menurut pandangannya, terkadang, harus membayar dengan nyawanya. Tetapi, walaupun berada di tengah ketegangan-ketegangan ekstrim, ia tak boleh melanggar aturan-aturan deontologi. Yaitu, yang mengharuskannya menghormati segala keyakinan, kepercayaan, ekspresi, termasuk milik pihak yang berupaya mengekang yang dianutnya, kata Ami.

Bagi wartawan militan yang menganut nilai-nilai universal, sangat penting memberikan kesempatan berbicara kepada lawan-lawannya dan bersikap toleran terhadap mereka lewat analisis dan komentarnya, kata Ami meyakinkan. (din)

 

 

Bagikan Berita Ini: