Tomi Tampubolon : Sebaiknya Wanita Menikah di Usia 20 Tahun

    Dibaca 244 kali

 

WATANSOPPENG, LATEMMAMALA.COM; -- Sosialisasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) melalui kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukatif (KIE) kreatif bersama mitra kerja wilayah Sulsel.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Soppeng, berlangsung pada Rabu, 29 November 2017 di dua tempat, yakni, di Kelurahan Pajalesang Kecamatan Lilirilau pada pagi hari dan di Kelurahan Tettikenrarae pada sore hari.

Menyambut kehadiran rombongan BKKBN Sulsel selaku pemateri dalam kegiatan itu, Soppeng selaku tuan rumah menyuguhi dengan Tarian Padduppa yang dipentaskan oleh salah satu Kelompok Seni Tari di Soppeng. Tari Padduppa ini ditampilkan saat menyambut tamu kehormatan kerajaan pada jamannya.

Camat Lilirilau
dalam sambutannya menyampaikan, salah satu percontohan, yaitu; Desa Kebo sebagai kampung KB, dirinya mengkampanyekan KB dengan slogan "Dua Anak Lebih Baik."

Sosialisasi KKBPK kali ini mengangkat tema, "Penguatan Komunikasi untuk Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia, Sejahtera dan Berkualitas."

Di Kelurahan Pajalesang, sosialisasi digelar di Pasar Cabenge, dihadiri
camat lilirilau, lurah dan desa se kecamatan Lilirilau, para tokoh masyarakat dan kader posyandu, dengan jumlah peserta sekitar 200 orang.

Kepala BKKBN Sulsel diwakili oleh Tomy Tampubolon, SH. MH,
dalam paparannya tentang Keluarga Berencana ini, menurutnya, UU Perkawinan baru ini sementara digodok di Senayan dan diusulkan oleh Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Dari hasil penelitian itu, Soppeng menduduki peringkat 8 di Sulsel dalam angka perceraian tertinggi, paparnya.

Tomy menghimbau, sebaiknya tunda dulu pernikahan dini terkhusus pada kalangan remaja, biar kehidupan rumah tangga bisa lebih mapan, imbuhnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Soppeng, Ir. A. Nur Jamhuriah, juga selaku pemateri, menguraikan sejak Januari 2017 ia diberi kewenangan untuk mengurus kependudukan dan keluarga berencana, sasarannya mensukseskan program KKBPK, dengan jalan, menurunkan angka kelahiran, meningkatkan pemakaian kontrasepsi modern, meningkatkan peserta KB aktif, dan menurunkan angka putus pakai, papar Andi Jumhuriah.

Sasaran tadi, lanjut Jumhuriah, merupakan keberhasilan Program KKBPK (Kependusukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Berencana).

Dikatakan, untuk memenuhi sasaran KKBPK tahun 2017 seperangkat kebijakan dan strategi telah ditetapkan, yakni; meningkatkan akses dan pelayanan KB merata di setiap wilayah dan kelompok masyarakat .Terkait pembamgunan daerah di bidang kependudukan merupakan bagian dari pengembangan sumber daya manusia agar menjadi kekuatan effektif dan produktif bagi pembangunan nasional secara keseluruhan, sebagaana butir ke 5 Nawacita, membangun kwalitas sumber daya manusia Indonesia.

Sekadar diketahui, acara Kie Kreatif Program KKBPK ini bermitra dengan anggota DPR RI H. Syamsul Bachri.

Acara yang sama juga dilakukan di Kelurahan Tettikenrarae Kecamatan Marioriwawo pada sore harinya.

Selanjutnya acara serupa akan dilaksanakan di Kabupaten Tana Toraja, Barru, Maros, Bone dan Bulukumba. (din)

 

 

Bagikan Berita Ini: