Wabup Supriansa : Bupati Tidak Mau Menyalahgunakan Dana Bantuan pada Orang yang Tidak Berhak

    Dibaca 391 kali

 

Reporter : Amiruddin Baringeng

 

WATANSOPPENG, LATEMMAMALA.COM; -- Pemutakhiran Mandiri (MPM) Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin Tahun 2017 di Aula Pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng Jl. Salotungo Kabupaten Soppeng, Kamis, 30 Nopember 2017.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng H. Nurdin, S.Sos, M.Si selaku Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan, salah satu dasar dilaksanakan kegiatan ini adalah Keputusan Menteri Sosial Nomor 57/HUK/2017 tentang Penetapan Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin.

Adapun tujuan pelatihan ini, papar Nurdun, adalah untuk memberdayakan dan mempercepat pemutahiran data terpadu dan data mandiri program penanganan fakir miskin di Kabupaten Soppeng tahun 2017.

Kadis Sosial ini juga menyampaikan, dalam menyikapi Program penanganan fakir miskin (PPFM) melalui Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) dalam rangka Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Soppeng Tahun 2017, telah merekrut sebanyak 70 orang Pencacah yang bertugas di setiap Desa/Kelurahan dengan lebih awal mengikuti Pelatihan Pencacah dan selanjutnya, melakukan tugas mulia sesuai wilayah tugasnya, yaitu,
; Integrasi dengan masyarakat kurang mampu untuk mengidentifikasi dan memverifikasi dengan data Terpadu dan Data Mndiri Program Penanganan Fakir Miskin dalam Rangka Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Soppeng Tahun 2017.

Wakil Bupati Soppeng Supriansa, SH, MH dalam sambutannya mengatakan, di ujung penalah para pencacah yang menentukan status masyarakat itu miskin atau tidak miskin untuk mendapat bantuan atau tidak.

“Pencacah harus mempunyai semangat yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan harus mengetahui jiwa dan kondisi masyarakat yang dihadapi dengan baik dan benar karena Bupati tidak mau menyalah gunakan dana bantuan pada orang yang tidak berhak” tanda Supriansa.

Dikatakan, Program Penanganan Fakir Miskin melalui Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) maka Pemerintah Kabupaten Soppeng mempunyai sistem Integrasi Kesejahteraan Masyarakat dalam hal "Berdiri di Kaki Sendiri" yang Relevan dengan Visi Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Soppeng, Pemerintahan yang Melayani dan Lebih Baik, bukan sekedar ucapan, tetapi akan mewujudkan dengan bukti nyata.

Selain itu, kata Supriansa, Petugas/Pencacah tidak boleh mundur hanya karena menghadapi masyarakat yang pemarah atau saat bertugas menghadapi cuaca yang sangat ekstrim.

"Karena insya Allah kita akan upayakan ada pendataan/pencacahan setiap tahun guna mendapatkan data yang akurat, harapnya.

"Benar atau Salahnya data itu tergantung dari pencacah itu, dan bergandeng tanganlah serta kerjasamalah yang baik untuk membangun Kabupaten Soppeng" harapnya.

Turut hadir, para Kepala SKPD terkait, para pemateri dari TKPKD dan tim koordinasi data terpadu dan data mandiri Kabupaten Soppeng, para camat beserta Kades dan Lurah.

Bagikan Berita Ini: