Gelar Maulid, Rektor UNM, Sebut, Maulid, Bentuk Kesyukuran dan Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW

    Dibaca 104 kali

 

MAKASSAR, LATEMMAMALA.COM; -- Keluarga Besar civitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM), menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H, di Masjid Nurul Ilmi kampus UNM Gunung Sari, Rabu (13/12/2817).

Pada kesempatan tersebut Rektor UNM, Prof. Husain Syam, dalam sambutannnya, menyampaikan, inti maulid adalah meneladani sifat dan akhlak Nabi Muhammad SAW. Hal ini perlu diterapkan, dilakukan sosial masyarakat maupun kampus.

"Peringatan Maulid seperti ini, tiap tahun jadi agenda. Kita kelompok besar setiap tahun merayakan seperti ini. Maka, mari kita semua teladani akhlak dan sifat Nabi Muhammad SAW," ajak Prof. Husain.

Dikatakan, hajatan maulid terus dilakukan setiap tahun dengan lomba bahasa lokal atau daerah.

 

Peringatan Maulid, lanjut Rektor UNM ini, jadi tradisi di lingkup UNM untuk dimaknai secara detail. Bahkan lebih semarak dari sebelumnya.

"Kami akan terus melakukan kegiatan ini agar lebih semarak lagi. Kami juga tak ingin melupakan kegiatan ini," tutur mantan dekan fakultas teknik dua periode tersebut.

Rektor peduli pendidikan ini menambahkan, di saat banyak pihak yang ingin menghapus peringatan maulid seperti ini. Akan tetapi ia menegaskan, UNM terus kembangkan sebagai rasa kesyukuran dan kecintaan terhadap Nabi Muhammad.

"UNM adalah kelompok menyeru kebaikan, dan mencegah kemungkaran, ini bentuk kesyukuran dan kecintaan kita terhadap Nabi Muhammad yang kehadirannya menjadi panutan untuk seluruh umat manusia" pungkasnya.

Pada kegiatan ini, lantunan takbir, tahmid dan sholawat bergema di Masjid Nurul Ilmi kampus UNM Gunung Sari, memukau tamu undangan yang hadir.

Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Hamdar Arra'ya, ia mengingatkan pentingnya umat muslim meneruskan ajaran dan warisan Nabi.

Hamdar Arra'ya dalam hikmah mualid menyampaikan, Maulid Nabi harus diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas kesalehan umat, yakni; sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai profetik agar tercipta masyarakat madani.

"Peringatan Maulid mengajarkan kita untuk berproses lahir kembali. Karena agama juga mengajarkan seperti demikian. Karenanya, diperingati Maulid untuk memperbaharui kehidupan kita," katanya.

Menurutnya, peringatan Maulid adalah menampilkan akhlak yang sebaik-baiknya kapanpun dan dimanapun. Entah di rumah atau di kampus umat Islam harus selalu menampilkan akhlak yang terbaik sesuai yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

"Tujuannya, mencontohi budi pekerti dan karakter Nabi Muhammad SAW," katanya.

Ditambahkan, peringatan maulid tak boleh dihilangkan. Karena peringatan Maulid adalah upaya untuk mendekatkan diri dengan agama. Saat ini, lanjut dia, banyak pemimpin bangsa yang hilang karakter dan identitas jati diri.

"Inilah yang perlu kita renungkan, karakter integritas, perlu dikembangkan," pungkasnya.

Demikian, dari Masjid Nurul Ilmi kampus UNM Gunung Sari, Rabu (13/12/2817), Ka Humas UNM, Burhanuddin, melaporkan. (sul)

 

Bagikan Berita Ini: