Eksistensi Budaya di Tengah Derasnya Arus Globalisasi

    Dibaca 167 kali

Eksistensi Budaya di Tengah Derasnya Arus Glibalisasi

Oleh : 

Nurul Fitriani 

Mahasiswi Semester 5  Jurusan Pendidikan Sosiologi-Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (UNP) 
dan
Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Ekasakti (UNES) Padang.

 

 

Mengikuti Globalisasi dan Bertahan dengan Kebudayaan Menjadi Dilematis Pemerintah

Masyarakat memiliki beragam kultur, pola pikir yang ada sejak dahulu, dari waktu ke waktu, sulit dipisahkan antara budaya dan kelompok individu. Masing-masing memiliki nilai dan norma tersendiri. Namun jika mulai membahas mengenai budaya saat ini, mulai terkikis di era globalisasi yang mulai masuk di setiap kehidupan masyarakat.

Daya tarik bagi saya untuk mengungkapkan keadaan ini sebagai mahasiswa berasal dari Sulawesi Selatan yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Padang (UNM),  menarik bagi saya melihat sikap masyakarakat dan pemerintah dalam masalah budaya dan Globalisasi.

Budaya yang dapat dipahami sebagai suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi, budaya terbentuk dalam sistem yang rumit, termasuk sistem agama, politik, politik, bahasa, adat istiadat, pakaian, bangunan dan karya seni.

Budaya menjadi suatu konteks yang abstrak, dan luas. Budaya juga didefenisikan sebagai cara hidup orang yang dipindahkan dari generasi ke generasi melalui berbagai proses pembelajaran untuk menciptakan cara hidup yang paling sesuai di lingkungannya. Diawali dengan budaya, selanjutnya adat istiadat, tradisi, kebiasaan dan semuanya menarik serta sangat bertolak belakang dengan menolak globalisasi terlebih dengan peradaban yang berarti “perbaikan pemikiran, tata krama, atau rasa” juga dapat digunakan dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya (peradaban manusia atau peradaban global).

Peradaban, istilah ini sebenarnya bisa digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya dan kehidupannya. Maka, dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah perdaba, ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintah, sistem ekonomi dan IPTEK.

Peradaban bagian dari kebudayaan yang tinggi, halus indah dan maju serta peradaban yang secara arti luas adalah seluruh aspek kehidupan manusia baik fisik maupun nonfisik.

Globalisasi sangat diperlukan di masa saat ini. Mengingat, kehidupan tidak dapat berjalan dengan statis, akan selalu mengalami perubahan. Namun masyarakat harus cerdas dalam mengikuti perubahan. Tidak berarti masyakat dilarang untuk mengikuti era globalisasi ketika hal tersebut dapat memudahkan atau berdampak baik bagi masyarakat. Globalisasi dalam masyarakat dapat berkembang dengan cepat. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh mudahnya mengakses komunikasi dan berita. Namun ini dapat menjadi bumerang, menjadi masalah yang krusial dalam globalisasi.

Fakta bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dikuasi oleh negara maju bukan negara berkembang. Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru negara maju.

Akibatnya, negara berkembang selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisasi dalam berbagai bidang, seperti; politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian.

Wacana globalisasi sebagai suatu proses, ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga bisa berubah secara mendasar.

Hal yang sangat menarik ketika meilihat kondisi ketika suatu kelompok masyarakat menolak beberapa cara dalam mumudahkan pekerjaan masyarakat lainnya, masyarakat yang belum siap menerima perubahan hingga Ibu Kota akan terus terbelakang ketika hal tersebut terus terjadi. karena kurangnya sarana prasana yang ketika melihat kondisi zaman saat ini telah membutuhkan tersebut.

Secara alamiah, manusia tidak akan mampu menolak perubahan, karena jika hal itu terjadi maka banyak hal yang sulit dilakukan oleh masyakat yang berada dalam lingkungan masyarakat tersebut.

Gojek salah satu transportasi online yang saat ini, hampir menjadi permasalahan daerah yang muncul di setiap daerah. Namun yang menjadi perhatian saya, ketika Gojek padang Sumatera Barat tidak diterima pihak lain dan dilakukannya penutupan Kantor Resmi Gojek di
Kota Padang.

Tindakan ini menarik perhatian. Terlihat, bahwa yang memutuskan hal ini mengalami dilematis, ketika berhadapan dengan masyakat hingga akhirnya diputuskanlah penutupan kantor.

Namun yang membuat pengguna Gojek transportasi online ini lega adalah ketika aplikasi tidak mampu ditutup oleh pemerintah, karena harus dengan persetujuan dari banyak pihak-pihak tertentu berkaitan dengan pusat, angkutan umum yang tidak setuju dengan adanya gojek ini hampir dialami oleh setiap daerah namun hanya Padang Sumatera Barat memutuskan untuk penutupan kantor yang dimulai pada hari turunnya demonstrasi, pada Tanggal 20 September 2017.

Kantor tersebut ditutup hingga waktu yang tidak ditentukan. Angkutan umum berharap ada solusi dari pemerintah sehingga penghasilannya tidak terancam karena adanya gojek, namun melihat kenyataan bahwa angkutan umum (angkot) di daerah ini banyak hal yang membuat para penumpang lebih memilih taransportasi online. Selain gojek memiliki banyak aplikasi seperi, go food, go send, go health dan go car memberikan pelayanan yang baik kepada penumpang, berbeda ketika naik angkot yang khasnya memutar musik keras-keras, banyak variasi yang membuat mobil terlihat lebih kotor dan ramai, sopir yang terkadang membuat penumpang tidak nyaman dengan caranya berhenti di sembarang tempat dengan tiba-tiba dan yang lebih parah lagi ketika pencopetan terjadi sopir angkot terlihat biasa saja dan lepas tangan tanpa rasa simpati sekalipun. Ini membuat pengguna transportasi umum lebih smart dalam memilih, ini hanya salah satu dari sekian banyak penolakan perubahan, baik itu bagian ekonomi maupun politik.

Padang Sumatera Barat ternyata memiliki adat istiadat yang kental, masih sangat memegang adat istiadat, namun mereka kurang menerima segala hal baru yang masuk yang lebih modern jika berkaitan dengan hal ekonomi, cenderung statis namun saat ini ada sedikit perubahan adanya supermarket modern transmart meskipun untuk ibu kota bisa dikatan terlambat.

Ekonomi daerah ini masih dikuasai peribumi. Sayangnya masih kurang berkembang produk luar, belum masuk dalam daerah ini, seperti store bermerk, store gadget apple gerai resmi belum dibuka, produk internasional hermes, Aigner, serta hal yang berkaitan dengan gaya hidup masih kurang didaerah ini.

Untuk mendapatkan barang tersebut secara resmi transaksi atau membeli di luar daerah. Ini menjadi perbedaan Padang dengan Ibu Kota lain yang lebih berkembang agar dapat memudahkan masyakat dalam melaksankan aktivitas.

Saat ini kita tidak boleh menghindari perubahan karena hal tersebut menurunkan gradenya. saat ini ada banyak alat teknologi yang dapat digunakan, jam tangan, kacamata dan handphone dapat digunakan sebagai alat telekomunikasi di era modern dunia. Namun beberapa daerah tidak atau belum menerima hal tersebut.

Budaya dan globalisasi, di Sumatera Barat, Kota padang ini budaya dan adat istiadat yang tinggi perstatuan antara masyakat kekeluargaan yang masih sangat terjaga. Berbeda dengan masyarkat perkotaan yang hidup individualistik, sebagaian besar masyakat daerah Padang masih menjaga budaya. Namun semoga dalam hal yang berkaitan demi perkembangan dan kemudahan masyakat dapat menerima hal baru.

Budaya pernikahan Bugis dan Padang juga menjadi perhatian penulis sebagai latar belakang wanita terlahir dari suku bugis. Ketika di daerah bugis, wanita dipinang dengan uang panai.  Ada adat di Minangkabau yang malah sebaliknya. Pria dipinang diberikan uang panai dari pihak wanita dan wanita yang memilih atau melamar. Namun seiring berjalannya waktu budaya itu tidak dianut oleh semua masyarakat. Kecuali hanya masyarkat tertentu dan juga sesuai kesepakatan.

Setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing dan berhak mengalami perubahan berkembang lebih baik, dan meskipun setiap perkembangan akan ada kriminalitas atau masalah sosial, itu adalah suatu hal yang dihadapi oleh kota yang maju, maka selalu ditanamkan sikap waspada, hati-hati dan smart dalam menggunakan telekomunikasi bagi setiap individu.

Padang, Medio September 2017.

Bagikan Berita Ini: