Kukuhkan Professor, Rektor UNM Minta Kualitas Akademik Ditingkatkan

    Dibaca 134 kali

 

MAKASSAR, LATEMMAMALA.COM; --
Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka pengukuhan Guru Besar Bidang Matematika Fakultas MIPA UNM,
Syafruddin Side sebagai Professor.

Rapat senat tersebut berlangsung di Ballroom Menara Pinisi UNM, Makassar, Kamis, 21 Desember 2017 dihadiri puluhan guru besar dan ratusan hadirin.

Rektor UNM Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP dalam sambutannya menyampaikan, agar seluruh civitas akademika UNM meningkatkan kualitas akademik.

"UNM telah melakukan beberapa akselerasi, setelah kita meraih akreditasi A untuk institusi, tentunya kita mesti selalu mempertahankan dan meningkatkan kualitas tersebut," tandas Rektor UNM ini.

Mantan Dekan Fakultas Teknik UNM ini juga memaparkan, telah terdapat 22 program studi yang telah terakreditasi peringkat A, dan UNM menempati urutan kelima kampus dengan SDM terbaik dari 3.200 lebih kampus di Indonesia, paparnya.

*Kita meminta semua pihak melakukan percepatan, jumlah professor menjadi salah satu indikator kualitas unggul. Fakultas MIPA ini luar biasa, salah satu fakultas yang terbanyak Guru besarnya. Tahun ini di UNM, kita telah menambah 12 Professor," jelas Prof Husain yang juga Ketua Umum KKMSB Sulsel ini.

Secara keseluruhan, UNM sendiri telah memiliki total 81 Guru Besar, namun masih terdapat tujuh Guru besar yang belum pengukuhan, mereka sisa menunggu jadwal pengukuhan professor, diharapkan awal tahun depan telah dilakukan pengukuhan tersebut.

Dalam rapat senat terbuka luar biasa UNM ini, Prof. Syafruddin Side telah resmi menyandang status Guru Besar Bidang Ilmu Matematika, lewat Pengukuhan yang berlangsung khidmat tersebut.

Dalam pidato penerimaan jabatan guru besarnya, Prof. Syafruddin yang juga adik dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pinrang, Syarifuddin Side ini, membawakan orasi pengukuhan, berjudul, 'Pemodelan Matematika Seir pada Penularan Demam berdarah dan Tuberculosis di Sulawesi Selatan'.

Prof Syafruddin mengatakan, sengaja mengangkat judul tersebut, karena sudah menjadi obyek penelitiannya selama kurun enam tahun terkahir.

"Banyak hal yang bisa kita korelasikan dengan penelitian ini, tidak matematika semata, tapi terkait juga dengan bidang ilmu yang lain," kata pria kelahiran Kabupaten Pinrang ini.

Lanjut Kaprodi Ilmu Matematika S2 UNM ini, Penularan penyakit demam berdarah dan tuberculosis dapat disajikan dalam bentuk model matematika SEIR yang merupakan persamaan diferensial biasa nonlinear. Model SEIR untuk penularan demam berdarah dan tuberculosis.

"Kemudian dianalisis dan diperoleh masing-masing tiga teorema. Hasil simulasi model SEIR untuk kasus demam berdarah di Sulawesi Selatan akan mencapai puncak setiap 13 bulan, dan berdasarkan nilai bilangan reproduksi dasar, jumlah kasus penyakit demam berdarah telah menjadi penyakit menular dengan tingkat endemik," jelasnya lagi.

Hasil simulasi, mampu memberikan prediksi akurat jumlah kasus dari permasalahan tersebut, sehingga ilmu matematika mampu membantu pemerintah dalam bentuk rekomendasi kebijakan dalam mengontrol.

"Kajian-kajian penelitian dengan kolaborasi antara pemerintah dan juga ahli pemodelan matematika tentu dapat menjadi tawaran solusi berbagai permasalahan di masyarakat," tandas ayah dari 4 anak ini.

Demikian, dari Ballroom Menara Pinisi UNM, Makassar, Kamis, 21 Desember 2017, Ka Humas UNM, Burhanuddin, mengabarkan. (sul)

 

 

Bagikan Berita Ini: