Dinas Pendidikan Soppeng Gelar Seminar dan Pentas Budaya

    Dibaca 126 kali

 

WATANSOPPENG, LATEMMAMALA.COM; -- Pentas dan Seminar Budaya Tradisional dan Bahasa Daerah diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng di Gedung Pertemuan Masyarakat Soppeng Jl. Kesatria Watansoppeng, Kamis, 21 Desember 2017.

Ketua panitia, Hj. A. Astati dalam laporannya, mengatakan, tidak dapat dipungkiri di zaman yang modern ini, manusia telah banyak meninggalkan adat istiadat dan kebudayaan yang menjadi tatanan masyarakat bangsa Indonesia, terkhusus di Kabuparen Soppeng.

Padahal, kata Hj. A. Astati, adat istiadat memiliki kekuatan spiritual yang perlu dibudayakan.

Dikatakan, tujuan diselenggarakan kegiatan ini, untuk melestarikn dan memotivasi pembentukan sikap karakter melalui permainan tradisional serta membudayakan penggunaan Bahasa Bugis di kalangan masyarakat.

Dilaporkan pula, peserta seminar adalah para Kepala Sekolah, SD, SMP, MTs serta seluruh guru Bahasa Daerah dan Seni Budaya se- Kabupaten Soppeng.

Bupati Soppeng, H. A. Kaswadi Razak, SE diwakili Sekda, A. Tenri Sessu dalam sambutannya, mengatakan, peran budaya dalam membangun bangsa sangat mendasar karna menyangkut nilai-nilai kehidupan yang melandasi sebuah tatanan masyarakat.

Ditegaskan, tanpa pembangunan budaya, baik itu kesenian, sastra, bahasa lokal dan tradisi lokal atau pun pemikiran budaya, sebuah bangsa akan kehilangan spirit dan roh kehidupan masyarakatnya.

"Saat ini budaya kita mengalami tantangan yang luar biasa dari budaya luar termasuk budaya barat," tandas Sekda Soppeng ini.

Tidak dapat dipungkiri, lanjutnya, "banyak anak - anak bangsa kita, boleh jadi kita sendiri lebih menyukai budaya barat ketimbang budaya sendri," tandasnya.

"Kita merasa lebih percaya diri dan lebih gaul jika miniru budaya barat, akhirnya kita malu mengakui budaya kita sendiri," katanya.

Karenanya, kegiatan ini dapat menjadi salah satu kegiatan yg memiliki fungsi penguatan budaya tradisional dan penguatan Bahasa Bugis.

Sekda pun mengingatkan, agar kegiatan ini tidak sekadar seremonial. "Semoga kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni tapi akan terus berlanjut dan menunjukkan pengakuan kepada budaya kita sendiri dengan aksi dan bukti nyata di tengah + tengah masyarakat," katanya mengingatkan.

Pentas budaya ini menampilkan berbagai persembahan tari dan lagu daerah.

Turut hadir, Kapolres Soppeng, Dandim 1423,
Kajari, para pimpinan SKPD, para anggota Forkopimda, Ketua Tim Penggerak PKK, para camat, lurah dan kades. (rilis diskominfo/ami/usa)

 

 

Bagikan Berita Ini: