Tinggi Minat Baca Santri dan Guru di Pontren MTs Putri DDI Mangkoso Barru

    Dibaca 216 kali

Citizen Reporter

Laporan : Magfirah

Mahasiswa FKIP Unsa Makassar 

 

BARRU, LATEMMAMALA.COM; -- Sardiana, lahir di Tambugu 12 Agustus 1985. Sebelum lanjut S1 di Universitas Sawergading (Unsa)  ia pernah Kuliah D2 Ilmu Perpustakaan di Universitas Terbuka Makassar. 

Diana, sapaan akrabnya, merupakan Kepala Perpustakaan sekaligus Bagian Administrasi di Pondik Pesantren (Pontren) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putri Darud Da'wah wal Irsyad (DDI) Mangkoso, Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Melanjutkan S1 di Fisip  Unsa Jurusan Administrasi Publik.

Ditemui media di kampusnya. Kamis (21/12/2017). Ia mengatakan, selama mengelolah perpustakaan banyak suka duka pernah dilaluinya, terkait gaji yang tidak cukup dan perjuangan ketika bekerja di tempat terpencil seperti di pegunungan. 

Di sisi lain, ia juga sering mengikuti diklat/pelatihan dan seminar. Dan sudah mendapat 5 sertifikat selama mengelolah perpustakaan.

Di pelatihan inilah ia banyak mendapatkan pengalaman, memperoleh informasi tentang dunia perpustakaan, bertemu dan berinteraksi dengan kepala perpustakaan lain. 

Minat baca di Pontren MTs Putri DDI Mangkoso sangat tinggi terutama di kalangan santri dan para guru. Sehingga kami membagi waktu kunjungan dan ruangan antara siswa dan guru, untuk ruangan khusus guru menggunakan meja dan kursi sedangkan untuk siswa hanya menggunakan karpet saja.

Selain itu, perpustakaan Ponpes DDI Mangkoso sering dikunjungi pegawai dari Kemenag Barru memantau kondisi perpustakaan.

"Untuk meningkatkan minat baca baik siswa, guru maupun masyarakat, kiat khusus yang harus dilakukan yakni, menambah lebih banyak koleksi buku, melakukan promosi jika ada buku baru baik disampaikan langsung ataupun memanfaatkan media sosial," jelas Diana.


Dan yang paling penting, tandasnya, kerjasama baik antar kepala perpustakaan lain maupun semua pihak. 


Diana mengaku kalau dirinya selaku Kepala Perpustakaan di Madrasah itu, telah menjalin kerjasama dengan penulis Novel yang berjudul "Senja" Nikita mahasiswa Fisip Unsa, dan menjadikan novel Senja sebagai koleksi terbaru diperpustakaan yang dikelolahnya.

Selain itu, supaya generasi para pemuda tidak terpengaruh/kecanduan hp lagi. Pihak pengelola perpustakaan harus lebih giat lagi menggalakkan atau mempromosikan buku bukunya agar bisa meningkatkan minat baca kepada semua orang. 

"Saya berharap, semoga ada bantuan dari pemerintah berupa teknisi komputer agar bisa di-online-kan supaya semua orang bisa menjangkau perpustakaan yang saya kelolah," harapnya. 

 

Bagikan Berita Ini: