Soppeng Optimis bebas BABS 2018

    Dibaca 89 kali

 

WATANSOPPENG, LATEMMAMALA.COM; -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng optimis tahun 2018 ini bisa membebaskan warga dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Optimisme itu muncul dari progres yang dicapai tahun 2017 dan skenario penyelesaian BABS tahun 2018.

Kepala Badan Penembangandan Penelitian Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Soppeng, Drs. Dipa, M. Si usai Rapat koordinasi Pokja Sanitasi untuk mensukseskan Gerakan SoBAT pada hari Jum'at 12/01/2018 di kantornya di Watansoppeng, mengatakan, kalau dirinya optimis, semua akan selesai tahun ini. Progress yang dicapai untuk menuntaskan warga tanpa jamban tahun 2017 luar biasa cepat, jelasnya.

Dikatakan, penyelesaian tahun 2018 akan dilakukan dengan skenario yang lebih baik dan dukungan pendanaan beberapa sumber yang dilakukan melalui Gerakan Soppeng Bebas Ancaman Tinja (SoBAT), kata Dipa optimis.

Ketika Gerakan SoBAT dideklarasikan bulan Agustus 2017 lalu, jelas Dipa, jumlah warga tanpa jamban sebanyak 4.750 Kepala Keluarga (KK). Gerakan SoBAT mampu menuntaskan 1.223 KK melalui pembangunan tangki septik kedap yang berasal dari hibah tangki septik dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Sanitasi dari Pemerintah Pusat, APBD Perubahan dan Dana Desa.

Tahun ini, tambahnya, jumlah KK yang akan dituntaskan lebih banyak lagi yakni sebanyak 3.572 KK. Untuk menuntaskannya telah disusun skema pendanaan dari berbagai sumber seperti DAK, Hibah Tangki Septik dan Dana Desa serta CSR pihak swasta.

Pihaknya optimis karena jumlah DAK Sanitasi yang diperoleh Kabupaten Soppeng melonjak jauh dari tahun lalu, kata Dipa.

Disebutkan, tahun lalu pihaknya mendapatkan DAK Sanitasi 2,5 Miliar. Tapi tahun ini meningkat empat kali lipat menjadi 8,5 Miliar lebih. Peningkatan tajam perolehan DAK ini dirasakan sebagai penghargaan Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Soppeng yang memprioritaskan pembangunan sektor sanitasi, khususnya air limbah domestik melalui Gerakan SoBAT.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Soppeng ini menegaskan, selain bersumber dari DAK dan Hibah, pendanaan untuk menuntaskan angka BABS berasal juga dari Dana Desa. Pendanaan dari dana desa bahkan dikatakan cukup besar dan jumlahnya sangat signifikan. Sedikitnya 2.000 KK akan dituntaskan melalui Dana Desa.

Pihaknya mengapresiasi Kepala Desa dan Lurah yang antusias mendukung program tersebut.

Antusiasme dan komitmen Kepala Desa dan Lurah memang tidak lepas dari penegasan Bupati Soppeng saat Deklarasi Open Defecation Free (ODF) di Desa Marioritengga bulan November lalu.

Bupati Soppeng ketika itu menegaskan, seluruh desa dan kelurahan harus bebas BABS tahun 2018.

Dukungan para Kepala Desa dan Lurah termotivasi karena kondisi BABS desanya terkait dengan harga diri mereka. Mereka malu jika masih memiliki warga yang melakukan BABS, jelas Dipa.

Staf Bappelitbangda Kabupaten Soppeng , Asri Samsu menambahkan, Pemkab Soppeng akan melakukan pendataan tangki septik secara online dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Pihaknya telah mendesain sebuah aplikasi sederhana untuk pendataan tangki septik warga dan saat ini sedang diujicobakan.

Aplikasi ini sangat sederhana namun menghasilkan output berupa data base warga yang memiliki tangki septik, model tangki septiknya dan apakah pernah melakukan penyedotan tinja atau belum.

Data ini akan digunakan untuk melakukan penyedotan secara terjadwal dengan prioritas warga yang belum pernah melakukan penyedotan tangki septiknya, utamanya untuk para ASN terlebih dulu. (amiruddin baringeng/din)

 

 

Bagikan Berita Ini: