Semangat Ke-Islaman Penggunaan Hijab Syar’i di Kalangan Mahasiswi

    Dibaca 408 kali

Oleh : Tiara Chyntia Adonis

Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ekasakti (UNES) Padang Sumatera Barat


Saat ini fashion wanita sangat beragam bentuknya. Sehingga para wanita berlomba-lomba ingin mempercantik dirinya. Beragam bentuk, model dan corak, membuatnya kelihatan modis dan trendi.

Perkembangan gaya busana akan selalu mengalami perubahan. Mudahnya mengakses informasi melalui internet, menjadi pemicu gaya berbusana. Trend berhijab di kalangan mahasiswa pada tahun 2000-an. Tetapi lebih trend lagi ketika maraknya hijab yang colourfull, banyak bentuk dan gaya penggunaannya, seperti; model hijab pashmina, kalung, rawis, hana, dan banyak lagi model-model yang diciptakan.

Banyak kreasi yang diciptakan bukan hanya model hijabnya, tetapi juga memadukan model busana yang digunakan dengan beragam warna.

Fenomena hijab gaul menjadi tren yang sangat disayangkan. Kesannya memakai hijab hanya untuk tuntutan tren semata. Ketika sedang maraknya hijab gaul ini di kalangan mahasiswi, fenomena yang sering terlihat juga pada saat di luar kampus. Sering kita melihat juga pemakaian hijab lepas-pasang di kalangan mahasiswi, maksudnya terkadang memakai jilbab dan terkadang juga melepas jilbabnya. Biasanya ketika mereka berada di lingkungan kampus, mereka menggunakan hijab. Tetapi ketika mereka tidak berada di kampus seperti ke pasar, hangout bersama teman-teman atau keluarganya, mereka tidak lagi menggunakan hijab.

Di media sosial, terlihat mereka terkadang memposting menggunakan hijab dan juga tidak menggunakan hijab, seperti tidak konsisten dengan apa yang digunakannya. Mereka seperti tidak memperdulikannya. Padahal, perempuan yang sering melepas dan memakai jilbab atau dengan kata lain mempermainkan jilbab, dianggap sebagai seorang wanita yang munafik dan juga tidak mematuhi perintah yang sudah diberikan Allah SWT. Seperti di dalam Al-Qur’an Surat An-Nissa ayat 140, “Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al-Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentu kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.”

Di saat kebanyakan mahasiswi lebih memilih berpakaian modis dan trendi agar terlihat cantik, tapi tidak dengan mahasiswi lainnya yang memutuskan untuk berhijrah dan menggunakan hijab syar'i.  Saat ini sudah sangat lumrah memakai hijab syar’i dalam kegiatan apapun, baik itu resmi maupun tidak resmi. Tidak lagi hanya berhubungan dengan kegiatan keagamaan, tapi untuk sekedar kegiatan santai dan berkumpul bersama teman, bahkan digunakan ke kampus.

Hijab syar'i menjadi salah satu fashion yang sangat diminati oleh mahasiswi saat ini. Tak sedikit mahasiswi kita melihat lagi menggunakan hijab syar'i. Dengan model dan pemakaiannya yang simpel dan sangat mudah digunakan, membuat hijab syar'i menjadi pilihan mahasiswi saat ini. Ditambah lagi atas semangat dan niat kesadaran dalam agama Islam yang memang mengharuskan bahwa setiap muslimah hendaknya mengulurkan jilbabnya lebih panjang dan bajunya lebih dalam dan tidak ketat. 

Jilbab yang digunakan haruslah syar’i dan sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah dan rasulnya, baik itu dalam Al Qur’an ataupun Hadits. Sesuai dengan sabda Rasulullah ShallAllahu ‘Alaihi wa Sallam; “bahwa anak perempuan apabila telah cukup umurnya, maka mereka tidak boleh dilihat akan dia melainkan mukanya dan kedua telapak tangannya hingga pergelangan.” Al Qur’an, surat Al-Ahzab ayat 59, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.”.

Jenis model hijab syar’i sudah sangat beragam corak dan modelnya. Sudah tidak bisa lagi dipandang sebagai pakaian serba tertutup yang menggambarkan kesan tradisional dan monoton. Jadi mahasiswi yang memakai hijab syar’i tidak terlihat seperti orang yang sudah berumur. Tetapi malah terlihat lebih cantik dan anggun. Karena berbusana dalam Islam tidak masalah budayanya, jauh dari itu sebuah tindakan ritual yang dijanjikan pahala dari Allah SWT sebagai imbalannya. Makanya, dalam masalah berbusana, Islam menetapkan batasan-batasan tertentunya.

Tetapi pemakaian hijab syar’i yang sudah benar sesuai dengan syariat agama Islam masih saja mendapat banyak kontroversi dan opini negatif. Kesannya, ingin berbuat baik saja masih ada celah salahnya. Yang biasanya timbul opini negatif dalam pemakaian hijab syar’i ini mengenai perilaku si pemakai hijab syar’i ini. Dikatakan akhlak dan perilakunya tidak mencerminkan jilbab yang dipakainya. Orang-orang yang memakai hijab syar’i ini dianggap sudah sangat baik akhlak dan perilakunya, sudah bisa jadi contoh yang baik bagi orang. Tapi sebenarnya, orang yang memakai hijab syar’i ini sudah memenuhi syariat Islam dalam berbusana.
Mungkin lebih bijak jika dikatakan, dengan memakai hijab, menjadi motivasi bagi dirinya untuk lebih malu berbuat di luar batas akhlak.

Manusia tidak ada yang sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Jadi, berbusana menggunakan hijab syar’i sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslimah. Tidak ada kaitannya dengan akhlak dan perilakunya. Setidaknya mereka sudah memilih kebaikan dengan menggunakan hijab syar’i ini.

Tentu saja, mereka bisa menjadikan hijab syar’i pengingat dan pembatas dalam melakukan hal-hal yang buruk. “Yaa saya sudah berjilbab seperti ini harusnya saya tidak boleh lagi berbicara yang kotor dan kasar." Berjilbab tapi akhlak belum dirasa baik, itu munafikkah?

Jadi, jangan pernah jadikan akhlak dan perilakumu (aib burukmu) sebagai alasan untuk kamu tidak mau memakai jilbab. Karena kamu tidak pantas dan masih banyak dosa. Setidaknya kamu telah menutup satu pintu dosa.

Sebenarnya memang tergantung pribadi masing-masing, kembali lagi kepada diri kita sendiri. Apakah bisa menerima hidayah tersebut.

Melihat mahasiswi saat ini yang umurnya masih muda dan sudah menggunakan hijab syar’i. Melihat semangat ke-Islamannya yang ingin menjadi manusia yang lebih, lebih, dan lebih baik lagi.

Memang sangat patut dicontoh. Setiap sesuatu itu pasti ada prosesnya. Begitupun dengan berhijrah menjadi lebih baik. Pasti juga dengan proses yang panjang untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

Semoga semangat ke-Islaman pada mahasiswi dalam menggunakan hijab syar’i tidak berhenti pada fashion saat ini saja. Tapi akan terus berlanjut, malah semakin meningkat berbusana yang selayaknya sesuai dengan syariat islam.

Selalu berusaha menjadi manusia yang lebih baik lagi. Mengingat kecanggihan teknologi yang membawa dampak buruk pada remaja. Melihat saat ini dalam tingkat mahasiswa sudah banyak berhijrah, itu sudah sangat luar biasa sekali. (*)

 

 

Bagikan Berita Ini: