Buku Berjudul, ”Maaf, Beratkah ?”, Diulas Penulisnya di MA Persis Ganra

    Dibaca 193 kali

 

Citizen Reporter

Laporan : Magfiratun Fajrin

Mahasiswa FDK UIN Alauddin Makassar


WATANSOPPENG, LATEMMAMALA.COM; -- GAMMA IAI As'adiyah Sengkang bekerjasama dengan DEMA FTK PAI IAI Sengkang menggelar kegiatan Bincang Buku dan Kepenulisan di MA PERGIS GANRA, Kamis (18 /01/2018).

Penulis buku "Maaf, Beratkah ?" Ambo Angka Sau berbagi duka cita dalam proses menulis karyanya pada Kegiatan tersebut. 

Dalam kesempatan itu Ambo Angka Sau banyak mengulas tentang maksud dari karyanya serta menjelaskan bagaimana cara menjadi penulis yang baik.

Buku yang berjudul "Maaf, Beratkah?" ditulis sebagai bentuk luapan kekecewaannya ketika tak mampu menyelesaikan masalah dengan baik. 

Dan ketika telah membuat orang lain sakit hati, dia kesulitan meminta maaf akan kesalahannya.

"Takut, malu, gengsi, adalah alasan di balik kesulitan itu. Namun akhirnya saya menyadari bahwa membenci itu adalah beban, dapat mendatangkan dua penyakit sekaligus, penyakit jasmani dan rohani", ucapnya. 

Berangkat dari kegelisahan, ia akhirnya memberanikan diri untuk menyelesaikan semua masalahnya dengan kata "maaf." 

Dari sinilah ide awal buku itu, menurutnya, buku tersebut adalah tamparan besar untuk dirinya sekaligus sebagai motivator dan penasehat.

Tak ada yang paling indah dalam menyelesaikan masalah antar sesama selain "maaf-memaafkan, katanya.

Ia menaruh harapan besar pada bukunya itu sebagai pelajaran besar dan bahan introspeksi diri untuk menjadi manusia yang lebih baik kepada sesama.

Ia tak berharap banyak bukunya itu dapat menginspirasi pembaca, sebab tujuan utamanya adalah mengitrospeksi dirinya dan berbagai rasa.

Mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam IAI As'adiyah sengkang ini juga memberikan motivasi kepada para siswa-siswi MA PERGIS GANRA agar mulai berkarya dengan menulis.

"Untuk menjadi seorang penulis, banyak hal yang harus diingat dan harus dimiliki sebagai penulis pemula," ujar Ambo Angka Sau

"Sebagai penulis pemula, yang perlu dimiliki adalah kemauan, motivasi, pembiasaan dan media untuk menulis, serta tak lupa kita tetap berikhtiar dan berdoa," katanya.

 

 

Bagikan Berita Ini: