Menuju Puncak Liga Dangdut Indosiar, Gadis Berdarah Bugis, Tina, Wakili Papua

    Dibaca 484 kali

 

Citizen Reporter

Laporan : Iwan


WATANSOPPENG, LATEMMAMALA.COM; -- Tina. Begitu ia kerap disapa. Nama lengkapnya Agustina. Belakangan ini, warga Sulsel khususnya di Soppeng, apalagi di Kecamatan Marioriawa, dibuatnya terkesima.

Semenjak Tina mengikuti Liga Dangdut Indosiar, hingga sukses masuk nominasi di liga itu, warga di Batu-batu menjadi betah berlama-lama di depan layar monitor televisi, hanya menunggu Tina tampil menyanyikan lagunya.

Memang dua gadis Soppeng yang sukses di liga dangdut Indosiar ini, salah satunya, Tina. Meski ia utusan Papua tapi ia tetap berdarah Bugis.

Tina lahir di Tanete Kelurahan Manorangsalo Kecamatan Marioriawa Kabupaten Sopoeng Sulawesi Selatan.

Semenjak kecil, ia tinggal bersama kedua orang tuanya di samping Masjid Attaqwa Kelurahan Manorang Salo.

Biduanita ini, muncul dari ajang pencarian bakat dangdut masa depan dan bergengsi, Liga Dangdut milik saluran televisi swasta, Indosiar.

Tina mulai tenar dan namanya semakin populer ketika sukses mewakili Provinsi Papua .

Kini, Tina telah berhasil merebut hati masyarakat di seluruh penjuru Sulsel khususnya Soppeng.

Dengan kesuksesannya ini, Tina berhasil mengangkat nama baik daerah Sulsel khususnya Kabupaten Soppeng terlebih di tanah kelahirannya Kecamatan Marioriawa. Bahkan orang Bugis yang
tersebar di se-antero Nusantara, Indonesia.

Sejak muncul dalam ajang Liga Dangdut Indosiar,  tak dipungkiri, berbagai kalangan, tak sedikit yang menanyakan, apa itu Batu-batu.

Keberhasilaannya di ajang tersebut, Tina telah mengangkat nama Batu-Batu, yang tak lain adalah nama ibukota kecamatan, Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan.

Kecamatan ini terletak di posisi yang dinilai strategis, berbatasan langsung dengan Kabupaten Sidrap dan Wajo.

"Tina, sewaktu kecil mempunyai kelebihan suara yang merdu, ketika sedang membaca ayat - suci Al Qur'an dan melantunkan nyanyiannya," kenang ibunda Tina, Hani.

Senada dengan ibu Hani, para guru di sekolah tempat Tina pernah menimba ilmu pendidikan, baik di SDN 50 Tarawang, SMPN 1 Batu-Batu maupun di SMAN 1 Marioriawa (sekarang berubah nomentklatur SMAN 6 Soppeng), menyatakan hal yang sama.

Rupanya, kesuksesan Tina, bagi ibunda Hani, tak terlepas dari support orang-orang yang ingin melihat ananda Tina mengembangkan bakatnya. Mereka, sebut Hani, adalah Amir Said, Fahrisal dan Chankcu. Dituturkan Hani di Tanete, Minggu, 21 Januari 2018. Ia juga tak lupa menyampaikan terima kasih atas supportnya, juga kepada pemirsa Indosiar yang telah mendukung Tina.

Tampilnya Tina di layar kaca, membuat Ibu Hani penuh haru. Bagaimana tidak terharu, anak yang telah lahir dari rahim saya , yang memang cukup lama berpisah, tiba-tiba muncul di televisi dengan prestasi yang bukan hanya mengangkat citra keluarga tetapi juga daerah, kata Hani penuh haru.

"Ini obat rindu buat keluarga di Barubatu Marioriawa,' ungkap Hani dengan wajah sumringah.

 

 

Bagikan Berita Ini: