Woerkshop Uji Kompetensi Keperawatan Hasilkan 780 Soal

    Dibaca 176 kali

 

Sekretaris Pelaksana Kopertis IX Sulawesi, Dr Hawignyo, MM, foto bersama dengan peserta dan panitia workshop pembuatan soal uji kompetensi keperawatan dan ners, Kamis 19 Oktober 2017 di Continent Hotel Makassar.. (nasrullah)

 

MAKASSAR, LATEMMAMALA.COM; -- Workshop pembuatan soal uji kompetensi keperawatan yang dilaksanakan Kopertis IX Sulawesi kerjasama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPVIKI) Regional VIII Sulawesi telah menghasilkan 760 soal.

Workshop ini ditutup Sekretaris Pelaksana Kopertis IX Sulawesi, Dr Hawignyo, MM, Kamis 19 Oktober 2017 di Continent Hotel Makassar.

Dari 760 soal yang berhasil dibuat ini, karena dari 38 orang peserta, masing-masing membuat sebanyak 20 soal, jadi secara keseluruhan soal uji kompetensi keperawatan yang dibuat oleh peserta sebanyak 760 soal.

Ketua Bidang Penjaminan Mutu AIPVIKI Pusat, Pramita Iriana, S.Kp, M. Biomed, sekaligus pemateri dalam kegiatan workshop uji kompeteni Kopertis IX Sulawesi ini mengatakan, selama dua hari pelatihan pembuatan soal uji kompetensi dosen yang berasal dari institusi sudah berhasil mendapatkan pengetahuan tentang cara penyusunan soal uji kompetensi yang baik.

“Saya selama dua hari mendampingi, peserta sudah memahami dengan sangat baik cara membuat soal uji kompetensi yang baik,”nujar Pramita Iriana dalam sambutan penutupan.

Dikatakan, kegiatan workshop pembuatan soal uji kompetensi keperawatan dan ners dilaksanakan di seluruh Indonesia. Karena itu, ke depan, AIPVIKI meminta Kopertis IX Sulsel tetap mendukung kegiatan ini untuk terus berlanjut.

Dia juga berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara massif. Tidak hanya satu dua orang saja setiap perguruan tinggi.
Tetapi kalau bisa semua dosen ikut workshop pembuatan soal uji kompetensi agar terjadi pemahaman yang sama dalam pembuatan soal.

Sekretaris Pelaksana Kopertis IX Sulsel, Dr. Hawignyo, sangat merespon kegiatan ini agar terus berlanjut.

Berharap dengan workshop pembuatan soal uji kompetensi keperawantan dan ners tingkat kelulusan yang dicapai semakin lebih baik.

Menurut Hawignyo, sesungguhnya siapapun yang membuat soal seharusnya tidak ada masalah bagi mahasiswa, asalkan melewati proses yang benar.

Bagaimana bisa lulus uji kompetensi sementara yang diujikan tidak pernah dilaluinya. Tetapi sepanjang mereka pernah lewati atau mengalaminya, sudah pasti tidak masalah dan yakin pasti lulus.(nasrullah)

 

Bagikan Berita Ini: