Dampak Layanan PAUD

    Dibaca 142 kali

Oleh : Murniati, S.Si, M.Pd

 

Kebijakan Pemerintah

Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyiapkan insan yang berkualitas. Menurut Undang-undang Sisdiknas, Pendidikan adalah usaha sadar yang terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

Menurut UNESCO, pendidikan hendaknya dibangun dengan empat pilar, yaitu; learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.

Dengan diberlakukannya UU No. 20 Tahun 2003, maka sistem pendidikan di Indonesia, terdiri dari; pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi yang keseluruhannya merupakan kesatuan yang sistemik.

PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan atau informal. PAUD pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan masyarakat.

Selama ini penanganan terhadap pendidikan anak usia dini terkesan masih berjalan sendiri-sendiri. Misalnya, TK yang dilaksanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional, Raudatul Athfal (RA) dari Departemen Agama, Kelompok Bermain (KB) dan Taman Penitipan Anak (TPA) dari Departemen Sosial, serta POSYANDU dan Bina Keluarga Balita (BKB) dari Departemen Kesehatan dan BKKBN belum saling menunjang antara satu dengan lainnya, baik dalam program maupun dalam pemanfatan saran dan prasarananya.

Seiring dengan adanya komitmen dunia untuk segera memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini terutama bagi mereka yang sangat rawan dan kurang beruntung sebagaimana kesepakatan Dakar tahun 2000, maka keterpaduan penanganan pendidikan anak usia dini di Tanah Air perlu segera diwujudkan.

Untuk itu, Departemen Pendidikan Nasional sudah memulainya dengan membentuk Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini yang menjadi fasilitator bagi tumbuh kembangnya Forum Nasional Pendidikan Anak Usia Dini yang melibatkan perwakilan dari semua komponen yang terkait (stakeholders) dari pendidikan anak usia dini.

Layanan PAUD telah tersebar dan tumbuh berkembang ke pelosok tanah air termasuk Papua Barat, melalui Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota telah memfasilitasi berbagai layanan PAUD dan jenis pendidikan lainnya yang berkembang di masyarakat sebagai upaya dalam pembinaan terhadap Anak Usia Dini di Papua Barat.

Hubungan Penting

Pada hakekatnya belajar harus berlangsung sepanjang hayat. Untuk menciptakan generasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan sejak usia dini melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yaitu pendidikan yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia 6 tahun.

Sejak dipublikasikannya hasil-hasil riset mutakhir di bidang neurosciencedan psikologi, maka fenomena pentingnya PAUD merupakan keniscayaan. PAUD menjadi sangat penting mengingat potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang, terbentuk pada rentang usia ini.

Sedemikian pentingnya masa ini sehingga usia dini disebut the golden age (usia emas).

 

Bagikan Berita Ini: