HPN 2018, PWI Soppeng Berkunjung ke Rumah Gadang di Padang Sumatera Barat

    Dibaca 173 kali

 

Reporter : Sanusi Muda


WATANSOPPENG-LATEMMAMALA.COM; --
Rumah Gadang, biasa juga disebut rumah Godang, merupakan nama untuk Rumah Adat Minangkabau. Oleh masyarakat setempat juga menyebutnya rumah Bagonjong.

Rumah Gadang mempunyai tiang hanya empat, namun cukup besar dengan diameter 60 cm dan tidak ditanam dalam tanah melainkan hanya dipancang diatas batu cukup keras.

Sambungan tiang ke kayu lainnya hanya dipasak dengan kayu. Mengantisipasi bila terjadi gempa hingga rumah bisa bergerak secara fleksibel dan tak akan mudah runtuh.

Memang di daerah Minang ini terletak di Bukit Barisan terkadang gempa sesekali. Kenapa bisa awet, karena tiang pancang rumah tadi terdiri dari empat diambil dari hutan dengan umur kayu cukup tua dan berdiameter 40 sampai 60 cm. Itupun tidak langsung ditanam tapi direndam bertahun tahun lamanya untuk menghidari serangan rayap.

Tidak heran rumah adat Minangkabau dijadikan musium oleh Pemda setempat menjadi obyek wisata. Di sana anda boleh berpakaian Minang model pengantin atau model adat Minangkabau bertarif Rp. 25.000.-kemudian ada fotographer langsung jadi dengan ukuran 10 R. Mau pasangan atau sendiri tergantung dari kemauan.

Rumah adat Minangkabau dikunjungi penulis, merupakan prakarsa dari A. Hamid dan Kel. H. Bustanil Arifin, SH, dan diresmikan oleh Gubernur Sumbar, pada 17 Desember 1990, Drs. H. Hasan Basri Durin.

Proses pembangunannya berlangsung selama dua tahun, sejak peletakan batu pertama tanggal 8 Agustus 1988.

Demikian, dari Rumah Adat Minangkabau Padang Sumatera Barat, Sabtu, 9 Pebruari 2018 Reporter Latemmamala News, Sanusi Muda, salah satu Peserta HPN 2018 utusan PWI Kabupaten Soppeng, mengabarkan.

Bagikan Berita Ini: