Berbagi dalam Cinta, di Kampus STKIP Muhammadiyah Manokwari

    Dibaca 170 kali

 


MANOKWARI, LATEMMAMALA.COM; -- Berbagi dalam Cinta, dipaparkan oleh Aisyah Sahidiyah di hadapan civitas akademika Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Manokwari Papua Barat, termasuk sejumlah mahasiswa dalam suatu acara yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bidang IMMawati Komisariat STKIP Muhammadiyah Manokwari di Aula kampus tersebut di Jalan Trikora Arfai Manokwari pada Rabu, 14 Pebruari 2018.

Biro Humas STKIP Muhammadiyah Manokwari sedikit menyadur penggalan - penggalan materi yang dipaparkan Aisyah Sahidiyah pada kegiatan IMMawati di kampus tersebut, dipandu Kabid IMMawati sekaligus Ketua Panitia Pelaksana selaku moderator, Fitri Dewi.

Ketua Panitia Pelaksana kegiatan itu, juga selaku moderator, Fitri Dewi, tak lupa menyampaikan terima kasih atas respon baik yang diberikan oleh Ketua STKIP Muhammadiyah Manokwari, Ibunda Murniati, S.Si, M.Pd, dengan berbagai pasilitas kampus untuk kegiatan ini. 

Pembahasan materi inipun tetap memberikan kesempatan kepada hadirin untuk menanggapi, atau mengajukan pertanyaan. Pemateri Aisyah Sahidiyah dengan gamblang memberikan penjelasan. Berikut paparannya.

Aisyah Sahidiyah memaparkan, bahwa sebagai manusia, kita memiliki dua hubungan, yaitu; hubungan vertikal dan horizontal. Hubungan vertikal kita adalah hubungan dengan Allah SWT (Hablum Minallah) yang kita lakukan dengan ibadah. Hubungan horizontal kita adalah hubungan kita dengan sesama manusia (Hablum Minannas).

Dikatakan, Hablum Minannas ini sangat luas, karena menyangkut semua hubungan sosial kita dengan manusia. Salah satunya adalah BERBAGI.

Dalam Islam, lanjut Aisyah, berbagi bisa kita lakukan dengan zakat, infaq dan shadaqah.

Zakat sendiri, jelasnya, bisa kita lakukan bila harta kita nishab dan haulny terpenuhi. Infaq berbagi dengan harta yang kita miliki. Sedangkan berbagi yang tidak berbatas, bisa dengan apapun adalah shadaqah.

Menurut Aisyah, kita dapat berbagi dengan siapapun tanpa memandang warna kulit, kedudukan, ras maupun agama. Seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW yang setiap hari memberi dan menyuap makan orang tua miskin yahudi yang buta. Padahal Rasulullah SAW selalu dihina dan dicaci setiap hari.

Aisyah tak lupa mengajak sesama ummat manusia, bahwa kita bisa berbagi apa saja yang kita miliki, tidak perlu menunggu punya uang atau harta yang banyak. Kita bisa berbagi ilmu, bantuan dan juga kebahagiaan. Terutama saat ada orang di sekitar kita yang sedang diuji dengan kesedihan .

Dijelaskan, di surat Al Baqarah ayat (261) ketika kita berbagi maka akan dilipatgandakan sampai 700 kali. Di surat yang sama pada ayat (262) kita dilarang menyakiti atau menyebut-nyebut orang yang telah kita berikan sesuatu. Bahkan ditegaskan di ayat (263) bahwa berkata yang baik dan memberi maaf lebih baik daripada memberi diiringi tindakan menyakiti.

Aisyah berharap, bahwasanya, kita bisa memberi dengan penuh cinta dan keikhlasan bila kita memiliki Hablum Minallah yang baik, karena berdasarkan cinta kepada Allah SWT. Sehingga tidak berharap balasan apapun, kecuali kita hanya berharap Ridha Allah SWT.

Aisyah Sahidiyah mengakhiri paparannya dengan harapan semoga apa yang disampaikan ini akan lebih bermakna bagi semuanya terutama bagi diri Aisyah sendiri. Apa yang dipaparkan ini tak lain kecuali sebagai follow up atas slogan IMMawati yang intelektualitas, religiusitas dan humanitas. Semoga slogan IMMawati ini bukan hanya sekadar slogan belaka tetapi benar - benar akan menjadi slogan yang implementatif untuk ummat, bangsa dan negara.

Demikian, dari Aula STKIP Muhammadiyah Manokwari Jl. Trikora Arfai 01 Manokwari, Rabu, 14 Pebruari 2018, Ka Biro Humas STKIP Muhammadiyah Manokwari Papua Barat, Edhy Surya Putra, SP, mengabarkan. (din)

 

Bagikan Berita Ini: