Dr. Nur Syamsiah M.Pd.I, Aktifis Organisasi Dekat Mahasiswa

    Dibaca 593 kali

 

Citizen Reporter

Laporan: Nur Fadhillah dan Nurul Khalisa

Mahasiswa KPI FDK UINAM

 
MAKASSAR, LATEMMAMALA.COM; -- Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Alauddin Makassar yang satu ini, Dr. Nur Syamsiah, M.Pd.I, adalah seorang figur yang berasal dari latar belakang pergerakan dan organisasi.

Nur Syamsiah lahir di Bantaeng, 21 Juli 1965,  anak ke-3 dari 8 bersaudara, buah hati dari pasangan Drs. H.M Yunus Tekeng dan Hj. Siti Aisyah.

Orang tuanya, H. Yunus Tekeng, seorang pergerakan dan aktifis partai politik. Yunus Tekeng tokoh Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII).

Dia kemudian menjadi salah seorang penandatangan fusi PPP Sulsel di tahun 1972 saat fusi partai diberlakukan  rezim Orde Baru,   

Nur Syamsiah menempuh pendidikan SD DDI Ujung Pandang, SMP dan SMA di Pesantren Putri IMMIM Pangkep. 

Di kampusnya Samata Gowa, Senin (23/10/2017) menegaskan, setamat SLTA lanjut S1 di IAIN Alauddin Makassar, jurusan Tadris Inggris. S2 di kampus yang sama dengan jurusan Pendidikan Islam/Komunikasi Islam. Serta S3 juga dikampus yang sama jurusan Pendidikan Islam.

Sejak dulu dia aktif di berbagai organisasi internal dan eksternal. Di organisasi internal  pernah menjabat sebagai sekertaris Pramuka, Wakil Ketua III  Senat di Fakultas Tarbiyah UINAM, Pjs.  Ketua Senat selama 2 bulan.

Di organisasi esternal  pernah menjabat sebagai POHATI (Pos HMI Wati) tahun 1987, setelah itu jabat sebagai Ketua Badan Koordinasi Indonesia Timur (BANKOTI). Dia juga menjabat asesor guru agama UIN dan UIT dan menjadi fasilitator gender Sulsel dan pernah dilatih  SP3 Kanada selama 4 tahun, katanya. 

Kini diberi amaah jadi Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar. Tugasnya demikian sehingg dia lebih dekat dengan mahasiswa melakukan dialog dan komunikasi di kampus.

Di tengah kesibukannya sebagai wanita karir, sosok ibu ini tetap bisa bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Kecanggihan teknologi  membantu untuk berkomunikasi dengan anak dan suami. Selain menjabat sebagai wakil dekan dan dosen sosok organisator ini juga menjabat sebagai ketua yayasan salah satu sekolah di Jeneponto, ungkapnya.

“Kita harus pandai mengatur waktu, minimal memakai komunikasi secara komunikatif agar keduanya berjalan dengan lancar dan baik”, ujarnya.

Berbicara mengenai waktu luang saat kerja mungkin hampir tidak ada waktu lowong  karena,  kalaupun tidak ada pelayanan untuk mahasiswa FDK dirinya bisa memanfaatkan waktu  mengisi data agar FDK menjadi sukses lagi ke depan, katanya.

Adapaun karya buku ataupun jurnal yang pernah ditulis, di antaranya; Ulama Sulawesi Selatan; Biografi Pendidikan dan Dakwah; Kendala-kendala Dakwah;
Pasang Surut Pendidikan Islam di Indonesia; Prinsip-prinsip Mengajar Bahasa Inggris; dan Peran Wanita dalam Pembentukan Keluarga Sakinah.

Dia  selalu memegang prinsip hidup  yaitu sekali berlayar pantang untuk kembali. Artinya dia sangat memegang teguh amanah yang diembannya.

“Ayah saya mengatakan, kita harus profesional ketika diberi amanah karena ketika mati kitalah yang harus bertanggung jawab terhadap amanah itu”, ujarnya.

Ia sering diundang sebagai pembicara seminar-seminar terlebih yang berkaitan dengan wanita dan gender. Ia juga selalu melakukan hal positif walau itu diluar batas kemampuannya, katanya.

 

Bagikan Berita Ini: