Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan Akar-Super, Bupati Soppeng Buka Seminar Penyuluh

    Dibaca 107 kali

 


WATANSOPPENG, LATEMMAMALA.COM; -- Dalam rangka refleksi 2 tahun kepemimpinan Akar-Super, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pertanian (Distan) menggelar Seminar Peningkatan Kapasitas Penyuluh Mendukung Pengembangan Buah Tropis, dengan tema "Mewujudkan Pemuda Indonesia menjadi Agropreneur" Selasa, 20 Pebruari 2018 di Gedung Pertemuan Masyarakat Soppeng Jl. Kesatria Watansoppeng.

Sambutan Bupati Soppeng H. A. Kaswadi Razak sekaligus membuka secara resmi seminar tersebut, mengatakan, sebagai salah satu negara yang termasuk dalam wilayah tropis, Indonesia memiliki potensi pertanian yang sangat baik, terutama untuk pertanian tropika.

Dukatakan, salah satu produk pertanian tropika Indonesia yang berpotensi menjadi andalan adalah produk pertanian segar dalam bentuk buah-buahan,
termasuk daerah ini merupakan daerah yang potensi pertaniannya cukup tinggi.

harus diketahui, lanjut Bupati Soppeng ini,
bagaimana mendapatkan nilai tambah dari sektor pertanian untuk kehidupan yang layak, bagaiamana memanfaatkan potensi tanah yang dimiliki karena sekitar 70% masyarakat Soppeng ini bergelut di sektor pertanian.

Karenanya, bupati mengharapkan para peserta dapat mengikuti seminar ini dengan sungguh-sungguh, karena ksengaja dihadirkan pemateri yang profesional agar masyarakat Soppeng khususnya para pemuda bisa menjadi petani yang sukses dan inovatif, harapnya.

Praktisi Andalan Agrobisnis Indonesia, Wayan Supadno, dalam sambutannya, mengatakan, Soppeng ini tanahnya "gemah ripa lo" banyak tanah subur jeruk, kelengkeng sangat cocok dibudidayakan di Soppeng.

"Soppeng, kalau tidak dihidup-hidupkan tidak ada motivasi maka Soppeng akan menjadi kota mati. Anak muda di Soppeng harus kita motivasi menjadi pengusaha pertanian yang inovatif, sukses itu harus cerdas spritual, cerdas emosional dan cerdas rasional. Menjadi petani itu tidak sulit tapi nikmat," ungkap Wayan Supadno.

Modal orang sukses itu, lanjut Wayan, satu kata kuncinya, yaitu; lakukan, lakukan dengan kerja nyata, jangan suka menunda-nunda, satu langkah nyata lebih berarti daripada seribu langkah dalam mimpi.
Kami akan mensupport bagaimana ke depannya pemuda Soppeng bisa menjadi agropreneur.

Turut hadir pada Seminar itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Hortikultura Kementrian Pertanian (Kementan), Dr. Ir. Hardiyanto, Msc, Direktur Komoditas Nasional, H. Soekamparwadi, Kadin Sulsel, Kamaruddin Wahab. (ami/din)

 

Bagikan Berita Ini: